Kamis, 29 September 2011

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KELAINAN PRESENTASI PUNCAK KEPALA

TUGAS KEBIDANAN 4 A
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN DENGAN KELAINAN PRESENTASI PUNCAK KEPALA
Oleh :
AGUSTIN P(090403002)

PROGAM STUDI D-III KEBIDANAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG
2011

BAB I
TINJAUAN TEORI

1. PENGERTIAN

Kelainan presentasi puncak kepala atau presentasi sinsiput (ubun-ubun besar) adalah kelainan akibat defleksi ringan kepala janin ketika memasuki ruang panggul sehingga ubun-ubun besar merupakan bagian terendah.

Mekanisme persalinannya hampir sama dengan dengan posisi oksipitalis posterior persisten sehingga keduanya seringkali dikacaukan dengan yang lainnya, perbedaanya ialah pada presentasi puncak kepala tidak terjadi fleksi kepala yang maksimal,sedangkan lingkaran kepala yang melalui jalan lahir adalah sirkumfenesia frontooksipitalis dengan titik perputaran yang berada di bawah simfisis adalah glabela (sarwono , 2005).

2. GAMBARAN KLINIK

Pada presentasi puncak kepala tidak terjadi fleksi kepala maksimal sehingga lingkaran kepala yang melalui jalan lahir adalah sirkumferensia frontooksipitalis dengan glabela di bawah simfisis sebagai hipomoklion.

Pada umumnya presentasi puncak kepala merupakan kedudukan sementara yang kemudian akan berubah menjadi presentasi belakang kepala.

3. ETIOLOGI

Sebab-sebab tidak terjadinya putar paksi ialah panggul anthropoid , panggul android, kesempitan panggul tengah,ketuban pecah dini , fleksi kepala kurang, dan inertia uteri.

Ada kalanya ociput berputar ke belakang dan anak lahir dengan muka di bawah sympissis. Ini terutama terjadi kalaufleksi kurang jadi hanya sebagian kecil (4%) dari position occipito posterior memerlukan pertolongan operatif.

4. TATA LAKSANA

Terapi yaitu kalau ada indikasi dapat dipilih antara ekstraksi vacuum atau forceps.
Ekstraksi dengan forceps :
a. anak dilahirkan dengan occiput tetap di belakang. Ini terutama dilakukan kalau ada factor-faktor yang menyukarkan rotasi ke depan seperti panggul anthropoid.
b. anak dilahirkan dengan occiput sebelah depan adalah dengan rotasi manual atau dengan forceps ini dilakukan kalau tidak ada factor yang menghalangi rotasi.
Penilaian ada atau tidaknya factor yang mempengaruhi rotasi sangat sukar maka dalam praktek baiknya forceps dipasang bipariental dan dilakukan tarikan. Kalau ternyata bahwa sewaktu tarikan kepala ada tendens untuk memutar ke depan,kita bantu rotasi dengan forceps misalnya dengan tekhnik scanzoni.
Sebaliknya kalau kepala tidak ada tendens untuk memutar kedepan,kita lahirkan dengan occiput belakang. Kalau dilahirkan dengan occiput di belakang harus dibuat episiotomy yang cukup lebar karena kemungkinan terjadi rupture perinel totalis besar. Penggunaan forcep dan episiotomi yang lebar memerlukan analgesia yang lebih sempurna daripada blok pudendal dan infiltrasi local perineum saja. Forcep dipasang bilateral sepanjang diameter oksipitomentalis. Seksio sesarea merupakan cara kelahiran yang tepat pada kasus-kasus seperti ini.













DAFTAR PUSTAKA

Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung .1984.Obstetri Patologi.Bandung: elstar offset
Mansjoer,Arif.2001.Kapita selekta kedokteran jilid 1.Jakarta:media aescupilaceus
Prawiroharjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan Edisi 3.Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Rukhiyah,Ai Yeyeh.2010.Askeb IV.Jakarta:Trans Info Media
















BAB II

I. PENGKAJIAN/PENGUMPULAN DATA DASAR
Tanggal : 12 januari 2011
Jam : 06.00 WIB

A. Data Subjektif
a. Biodata.
1. Nama istri dan suami.
Untuk mengenal dan memanggil, mencegah kekeliruan dengan penderita lain.
2. Umur
Untuk mengetahui ibu tergolong primipara tua (> 35 tahun)
3. Agama
Memudahkan bidan melakukan pendekatan di dalam melaksanakan asuhan kebidanan sesuai dengan kepercayaan yang dianut klien.
4. Suku/Bangsa
Perbedaan suku bangsa menentukan klasifikasi bentuk pelvis. Wanita afrika umumnya memiliki bentuk pelvis platipeloid dimana dapat menyebabkan kepala janin mengalami kesulitan dalam memasuki PAP.
5. Pendidikan
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu sehingga bidan bisa menyampaikan KIE pada pasien dengan lebih mudah.
6. Pekerjaan
Mengetahui taraf hidup dan sosial ekonomi klien (Cristina, 1993:85)
7. Alamat
Untuk mengetahui dimana tempat tinggal ibu, mencegah kekeliruan bila ada nama yang sama.
b. Keluhan utama :
Ibu hamil anak pertama, sejak pukul 02.00 WIB dengan keluhan perut mulas bagian bawah dan menjalar sampai kepinggang, terdapat pengeluaran pervaginam lendir bercampur darah.
c. Riwayat Kebidanan :
Data ini penting untuk diketahui oleh bidan sebagai data acuan untuk memprediksi jalannya proses persalinan dan untuk mendeteksi apakah ada kemungkinan penyulit selama proses persalinan
 Riwayat Mentruasi.
Menarche : untuk mengetahui umur berapa klien pertama kali menstruasi. Normalnya pada saat 12-13 tahun
Siklus haid : untuk mengetahui siklus haid klien teratur atau tidak. Normalnya 25-32 hari (±28 hari)
Lamanya : untuk mengetahui berapa lama klien mengalami haid, normalnya 3-7 hari.
Banyaknya : untuk mengetahui jumlah darah yang dikeluarkan pada setiap kali haid. Normalnya rata-rata 33,2 ± 16 cc (ilmu kandungan, 2005:103)
Dismenorhea : untuk mengetahui apakah pada saat haid klien merasakan sakit disekitar perut. Disminore ada dua : primer dan sekunder.normalnya disminore primer yaitu nyeri timbul mendahului haid dan meningkat pada hari pertama atau kedua haid. Biasanya nyeri terasa sebagai kejang uterus.sementara normalnya disminore sekunder ialah nyeri dimulai saat haid,dan meningkat bersama dengan keluarnya darah biasanya nyeri sering terasa terus menerus dan tumpul (kapita selekta kedokteran, 2001:373)
Flour albus, warnanya : pada umumnya keputihan sedikit, tidak gatal, berbau khas,warna putih bening, kental, biasanya terjadi sebelum atau sesudah haid.
HPHT : untuk mengetahui tafsiran persalinan dan umur kehamilan. Rumus: HT, (tanggal ditambah 7, bulan ditambah 9) digunakan apabila bulan kurang dari 3 bulan. HT (tanggal ditambah 7,bulan dikurang 3 tahun ditambah 1) . digunakan apabila bulan lebih dari 4
 Riwayat Kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu
Jika pada persalinan yang lalu melalui sesar maka untuk persalinan selanjutnya juga melalui sesar.
Usia anak (untuk mengetahui jarak kehamilan yang lalu dan yang sekarang)
Ibu mengatakan ini adalah kehamilan dan persalinan yang pertama.
 Riwayat KB
Ditanyakan apakah pernah KB, kalau ya, metode apa yang digunakan, lama pemakaian, dan rencana KB yang akan datang.
 Riwayat Kehamilan Sekarang.
Idealnya tiap wanita hamil mau memeriksakan diri saat haidnya terjadi lambat sekurang-kurangnya satu bulan
 Pada trimester I biasanya ibu mengeluh mual muntah terutama dipagi hari dan kemudian menghilang pada kehamilan 12-14 minggu
 Pemeriksaan sebaiknya dilakukan tiap 4 minggu jika segala sesuatu normal sampai kehamilan 28 minggu, sesudah itu pemeriksaan dilakukan tiap minggu.
d. Riwayat Kesehatan.
 Riwayat Kesehatan sekarang
Ibu dengan memiliki resiko persalinan dengan kelainan panggul, kesalahan letak janin, kelainan uterus, berpengaruh terjadinya persalinan dengan his yang tidak terkoordinasi.
Penyakit yang menyeretai kehamilan saat ini
 Riwayat Kesehatan yang lalu
Tidak pernah menderita penyakit menular (hepatitis, TBC, AIDS), menurun (diabetes mellitus), menahun (hipertensi, jantung).
 Riwayat kesehatan keluarga.
Ditanyakan apakah dalam keluarga ibu ada yang menderita penyakit menurun seperti (DM, HT, asma), dan penyakit menular seperti (TBC, hepatitis). Serta apa ada riwayat keturunan kembar.
e. Keadaan Psikososial.
o pada awal persalinan, kadang pasien belum cukup yakin bahwa ia akan benar-benar melahirkan, meskipun tanda persalinan sudah cukup jelas
o cemas menjelang persalinan
o pasien akan merasa putus asa dan lelah, akibat intensitas rasa sakit akibat his yang meningkat.
f. Latar belakang sosial budaya.
Latar budaya penting untuk mengetahui latar belakang etnik atau budaya wanita untuk mengantisipasi intervensi yang perlu ditambahkan atau dihilangkan dalam perencanaan asuhan.
Kebanyakan pasien dan keluarga masih banyak yang menganut adat istiadat setempat. Misalnya saat pasien merasa nyeri kesakitan, keluarga biasanya memberikan minuman yang berasal dari orang pintar (dukun), asalkan hal itu tidak merugikan atau membahayakan bagi pasien dan janin maka tidak apa-apa hal itu dilakukan.
g. Pola kebiasaan sehari – hari
1. Pola nutrisi
Selama kehamilan jumlah kebutuhan kalori ibu meningkat ± 285 kalori. Dan kebutuhan cairan dianjurkan minum 6 – 8 gelas (1500 – 2000 ml) air, susu dan jus tiap 24 jam.
Ibu makan biasanya 3x sehari, pada saat ini ibu sudah makan (porsinya...., dengan komposisi...., terakhir makan jam...)
Saat hamil : ibu makan 3 kali/hari dengan nasi lauk dan sayur. Minum air putih.
Saat ini : ibu mengatakan belum makan apapun dari tadi pagi hanya minum teh saja.
2. Pola eliminasi
• BAK
Pada fase laten pasien biasanya mengalami poliuri, hal ini dikarenakan peningkatan lebih lanjut curah jantung selama kehamilan dan kemungkinan peningkatan laju filtrasi glomelurus dan aliran plasma ginjal.
saat hamil : ibu BAK 5-6 kali/hari
saat ini : ibu BAK sebelum pergi ke bidan
• BAB
saat hamil : ibu BAB 1kali/hari
saat ini : ibu belum BAB
3. Pola aktivitas
Pada fase laten pasien diperbolehkan untuk jalan-jalan, menungging, jongkok atau merangkak untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat penurunan kepala
Saat ini : Ibu bermobilisasi agar membantu proses penurunan kepala. (jalan-jalan)
4. Pola istirahat
Mengalami gangguan istirahat tidur yang dipengaruhi oleh ketidaknyamanan dari rasa nyeri dan cemas seperti gangguan istirahat tidur.
Saat hamil : ibu tidur ± 7 jam sehari
Saat ini : ibu tidur ± 2 jam sehari
5. Pola hygiene/personal hygiene
Pada fase ini personal hygiene perlu karena terjadi peningkatan metabolisme, kelenjar keringat meningkat sehingga perlu mandi, dan ganti baju.
Saat hamil : ibu mandi, gosok gigi dan ganti baju 2kali/hari
Saat ini : ibu mandi, gosok gigi dan ganti baju sebelum datang ke bidan.

B. DATA OBJEKTIF
1. Keadaan umum : baik
2. Tingkat kesadaran : composmentis
3. Postur tubuh : lordosis
4. Tanda-tanda vital

TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 24x/menit
S : suhu 36,5 OC

5. TP : 27 januari 2011
6. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut : bersih, tidak mudah rontok dan tidak ada ketombe
b. Mata : bentuk simetris, konjungtiva merah muda, skelera tdk ikterus
c. Hidung : bentuk simetris, keadaan bersih, tidak ada polip, penciuman baik
d. Gigi dan Mulut : bentuk simetris, bersih, tidak ada sariawan, tidak ada caries
e. Telinga : bentuk simetris, bersih, fungsi pendengaran baik
f. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid dan vena jugularis
g. Dada : bentuk simetris, putting susu menonjol, ASI sudah keluar
h. Abdomen : tidak ada bekas operasi dan strie gravidarum
Leopold I : bagian fundus teraba bulat, lunak, tidak melenting
TFU = 36 cm
Leopold II : bagian kanan ibu teraba datar, lebar, bagian kiri teraba ekstremitas
Leopold III : teraba bulat, keras, melenting
Leopold IV : bagian terendah janin sudah masuk PAP Hodge II
TBJ : (36-11) x 155 = 3875gr
Auskultasi : DJJ 120 x/menit, puntum maximum bawah pusat sebelah kanan
i. Ekstremitas :
1) Tidak ada oedema pada kaki dan tangan
2) Tidak ada varises
3) Fungsi ekstremitas baik
j. Genetalia
Inspeksi : vulva dan vagina tidak ada varices, tidak ada luka, tidak ada kemerahan, terdapat pengeluaran berupa lendir bercampur darah, ketuban utuh. Pernineum : bekas luka/luka parut tidak ada
7. Pemeriksaan panggul luar
Dilakukan pada pemeriksaan kehamilan I (primigravida), kecuali jika ibu tersebut kedua dan seterusnya tapi belum pernah melahirkan pervaginaan. Adapun ukuran panggul antara lain:
a. Distantia spinarum
Jarak antara spina iliaka anterior superior kiri dan kanan (23 s/d 26 cm)
b. Distantia kristarum
Jarak antara Krista iliaka kiri dan kanan (26 s/d 29 cm)
c. Konjugata eksterna baudelaoque
Jarak antara pinggir astas symphisis s/d tulang pinggang/ lumbal ke 5 (18 s/d 20 cm)
d. Lingkar panggul (80 s/d 100 cm)
8. Pemeriksaan Dalam
Pemeriksaan dalam pukul 04.00 WIB, serviks mendatar dan tipis. Pembukaan 7 cm, selaput ketuban (+), bagian terendah : presentasi kepala UUK kanan depan, penurunan kepala di Hodge II tali pusat tidak teraba.
KESIMPULAN
G1P00000 umur kehamilan 38 minggu, inpartu kala I fase aktif, intra uterine, letak kepala, hidup, , bagian terdahulu puncak kepala dengan kelainan letak kepala puncak
II. IDENTIFIKASI MASALAH DAN KEBUTUHAN DASAR
DX : G1P00000 umur kehamilan 38 minggu, inpartu kala I fase aktif, intra uterine, letak kepala, hidup, bagian terdahulu puncak kepala dengan kelainan letak kepala puncak
DS : Ibu mengatakan hamil anak pertama
DO :
1. TP = 27 januari 2011
2. KU : Lemah
3. Pada pemeriksaan Leopold di dapat hasil :
Leopold 1 : Fundus uteri pertengahan pusat dengan px (36 cm). Teraba bokong.
Leopold II : bagian kiri perut ibu teraba keras memanjang seperti papan yang berarti punggung
Leopold III : Bagian terendah bulat keras dan tak dapat digoyang kepala
Leopold IV : kepala sudah masuk PAP
4. Pemeriksaan dalam /VT
• Vulva vagina : ada lendir dan darah
• Pembukaan : 7 cm
• Ketuban : (+)
• Effacement : 75%
• Bagian terendah : kepala
• Bagian terdahulu : UUB
• Penurunan : H II
• Disekitar bagian terdahulu tidak ada bagian kecil janin
a. Masalah
1. Keadaan umum ibu lemah
DS : ibu mengatakan badannya lemas
DO : ibu tampak terbaring lemas ditempat tidur
2. Cemas (menghadapi persalinan)
DS : ibu mengatakan takut menghadapi persalinan
DO : ibu tampak gelisah
b. Kebutuhan Dasar
1. Dukungan psikologis
2. Yakinkan ibu bahwa persalinan akan berjalan lancar dan aman
3. Berikan ibu posisi yang nyaman seperti miring kanan/miring kiri, jongkok atau terlentang.
4. Pemenuhan nutrisi dan cairan dengan memberikan makanan dan minuman yang manis dengan porsi kecil.
5. Eliminasi dengan mengosongkan kandung kemih.
III. DX/MASALAH POTENSIAL
 Partus lama
IV. MENILAI ADANYA KEBUTUHAN SEGERA
- Pasang infus
- rujukan
V. INTERVENSI (RENCANA ASUHAN KEBIDANAN)
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 2x30 menit diharapkan penyulit persalinan dapat teratasi.
Kriteria hasil : bayi dapat lahir dalam keadaan baik, keadaan umum ibu baik,ibu dapat melahirkan bayinya tanpa komplikasi.
Intervensi dan Rasional:
1. Pendekatan teraupetik kepada ibu dan keluarga pasien
Rasional : Agar ibu dan keluarga dapat bekerjasama dengan bidan saat pemberian asuhan.
2. Jelaskan kepada pasien bahwa persalinan itu proses yang fisiologis.
Rasional : Agar pasien tidak merasa cemas dan ketakutan dengan proses persalinan yang akan dia hadapi
3. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu dan keluarga
Rasional : Agar ibu dan keluarga mengetahui keadaannya dan janinnya
4. Anjurkan keluarga pasien untuk memberikan dukungan moral.
Rasional : Agar ibu tidak merasa ketakutan dan ibu merasa nyaman.
5. Memberikan KIE kepada ibu tentang tanda bahaya persalinan
Rasional : Agar ibu mengetahui berapa batasan normal dan tidak normal dalam dirinya serta mengetahui bagaimana tanda bahaya persalinan.
Masalah dan Rasional:
Cemas
Tujuan :Setelah dilakukan asuhan kebidanan selama 30 menit di harapkan pasien dapat lebih tenang.
Kriteria Hasil :
- TTV
- TD 110/70mmhg , RR 22x/menit, Nadi 80x/menit, Suhu 36,5ยบ
- Ekspresi wajah menjadi lebih tenang
- Tidak terlihat gelisah.
Intervensi :
1. Jelaskan pada ibu tentang proses dan kemajuan persalinannya
Rasional : Pendidikan antepartum akan meningkatkan pengetahuan mempermudah persalinan dan proses kelahiran, sehingga akan lebih cepat kooperatif.
2. Motivasi ibu untuk melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya
Rasional : aktivitas akan membantu penurunan bagian terendah dan pembukaan serviks.
3. Monitor pengeluaran pervaginam
Rasional : Dasar yang akurat, dasar dalam perencanaan perawatan/tindakan
4. Observasi DJJ, His, TTV
Rasional : parameter untuk deteksi adanya kelainan
5. Anjurkan pada ibu makan dan minum
Rasional : untuk menambah energi dan mencegah dehidrasi
6. Memasang infus
Rasional : cairan infus akan membantu memenuhi nutrisi ibu
7. Rujukan dini
Rasional : agar penanganan bisa tepat waktu
VI. IMPLEMENTASI (PELAKSANAAN ASUHAN KEBIDANAN)
1. menjelaskan pada ibu tentang proses dan kemajuan persalinannya
2. memotivasi ibu untuk melakukan aktivitas sesuai dengan kesanggupannya
3. memonitor pengeluaran pervaginam
4. melakukan observasi DJJ, His, TTV
5. menganjurkan pada ibu makan dan minum
6. memasang infus
7. merujuk pasien
VII. EVALUASI (SOAP)
Tanggal 12 januari 2011 jam 08.00 WIB
S : Ibu mengatakan mengerti dan paham tentang keadaannya
O :
keadaan umum : baik
tingkat kesadaran : composmentis
TTV
TD : 120/80 mmHg
N : 84 x/menit
RR : 24x/menit
S : suhu 36,5 OC
DJJ : 120x/menit
A : G1P00000 umur kehamilan 38 minggu, intra uterine, letak kepala, hidup, bagian terdahulu puncak kepala, keadaan umum lemah, inpartu kala I fase aktif dengan kelainan letak kepala puncak.
P :
1. Memberikan penjelasan pada ibu tentang kelainan letak kepala
2. Memberikan lingkungan yang tenang, anjurkan pada ibu untuk istirahat
3. Menganjurkan orang terdekat (suami/ibunya) untuk menemani ibu
4. Menganjurkan pada ibu untuk selalu berdoa dan beri dorongan semangat
5. Merujuk ibu ke Rumah Sakit untuk tindakan operatif
6. Kolaborasi dengan DSOG

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar