Kamis, 29 September 2011

PENCEGAHAN INFEKSI

BAB 2
PEMBAHASAN
Pengertian prinsip pencegahan infeksi :

• Suatu usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya resiko penularan infeksi mikro organisme dari lingkungan klien dan tenaga kesehatan ( Nakes )
Pengertian infeksi :
• interaksi anti mikroorganisme dengan penjamu rentan yang terjadi melalui kode transmisi, mikroorganisme dapat terjadi melalui darah, udara, kontak langsung kuman tertentu
Tujuan :
• Bagian dari kualitas pelayanan kesehatan
• Mencegah infeksi silang dalam prosedur klinik seperti episiotomi, menyuntik, periksa dalam atau Seksio Sesaria
• Menurunkan risiko transmisi penyakit menular seperti Hepatitis B dan AIDS
• Mengurangi terjadinya infeksi
• Memberikan perlindungan terhadap klien, nakes
Aplikasi Kewaspadaan Standar
• Setiap orang dapat merupakan sumber infeksi
• Membudayakan cuci tangan
• Menggunakan barier protektif (misalnya: sepatu, masker, kacamata, gaun bedah, sarung tangan)
• Penggunaan aseptik dan antiseptik
• Memproses instrumen agar aman digunakan
• Budaya aman dalam setiap prosedur
• Pengelolaan limbah berbahaya secara adekuat

UPAYA PENCEGAHAN INFEKSI NOSOKOMIAL :
1. Mengingat kembali tentang kemungkinan terjadinya infeksi, nosokomial akibat tingkah laku personil rumah sakit
2. Keharusan menaati prosedur pelayanan yang telah ditetapkan
3. Peningkatan kemampuan opersonil
4. Pemantauan terjadinya infeksi nosokomial


Komponen proses terjadinya penyakit :

1. Reservoir
2. Penyebab penyakit
3. Jalan masuk
4. Cara keluarnya penyebab penyakit dari hos
5. Kepekaan penjamu


Tindakan Pencegahan infeksi :
1. Cuci tangan
2. Memakai sarung tangan
3. Memakai perlengkapan pelindung
4. Menggunakan tehnik aseptik
5. Memproses alat bekas pakai
6. Menangani peralatan tajam dengan aman
7. Menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan serta pembuangan sampah secara benar.



Aspek yang paling penting adalah cuci tangan\
Ada 2 kategori organisme yang ada di Tangan yaitu:
1. Organisme Residen: Organisme ini tidak hilang secara permanen.
Contohnya adalah : S.aureus
2. Organisme Transien: organisme ini disebabkan karena kontak langsung sehingga mudah dengan cuci tangan secara efektif.
Contohnya adalah :bakteri E.Colli .
Yang harus digunaakan untuk mencuci tangan adalah:
• Dekontaminasi tangan dengan rutin
• Desinfeksi kulit (handyclean)
Mencuci tangan
Gunakan sabun, air bersih mengalir 10-15 detik dan pakai handuk pribadi atau tissue
Sebagai alternatif, dapat gunakan bilasan alkohol-gliserin (asalkan tangan tak kotor secara fisik)
Larutan Alkohol/Gliserin
• Tambahkan 2 ml gliserin kedalam 100 ml larutan alkohol 60-90%.
• Tuangkan sebanyak 3 to 5 ml dan gosokkan pada kedua belah tangan selama 2-5 menit, diperlukan sejumlah 6-10 ml untuk keseluruhan proses.

Beberapa istilah yang digunakan untuk mencegah infeksi:
1. ASEPSIS:
Adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan upaya kombinasi untuk mencegah masuknya mikroorganisme kedalam area tubuh manapun yang sering menyebabkan infeksi
Tujuannya:
Membasmi jumlah mikroorganisme pada permukaan hidup (kulit dan jaringan dan obyek mati (alat-alat bedahdan barang-barang yang lain)
2. STERILISASI
Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme (bakteri.jamur,parasit dan virus)termasuk endospora bakteri pada benda mati atau instrument dengan cara uap air panas tekanan tinggi (otoklaf),panas kering (oven),sterilan kimia atau radiasi.
2. DESINFEKSI TINGKAT TINGGI
Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua mikroorganisme kecuali endospora bakteri pada benda mati dengan cara merebus,mengukus atau penggunaan desinfektan kimiawi.

4. Disinfektan
Adalah bahan kimia yang membunuh atau menginaktivasi mikroorganisme.
Contoh larutan disinfektan:
1. Klorin Pemutih 0.5% : untuk dekontaminasi permukaan yang lebar.
2. Klorin 0,1% : untuk DTT kimia.
3. Glutaraldehida 2% : digunakan untuk DTT kimia ataun sterilisasi kimia dan biasanya harganya mahal.
5. Dekontaminasi
Adalah proses yang membuat objek mati dan lebih aman ditangani staf sebelum dibersihkan (menginaktifasi serta menurunkan HBV,HIV tetapi tidak membasmi)
6. Pembersihan
Adalah tindakan yang dilakukan untuk menghilangkan semua darah,cairan tubuh,benda asing dari kulit atau instrument.

Berikut pengertian infeksi dalam kehamilan:
Adalah: masuknya mikroorganisme patogen ke dalam tubuh wanita hamil,yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala-gejala penyakit.
Masalah infeksi dalam kehamilan yaitu:
♦ infeksi dalam kehamilan,persalinan dan nifas.
♦ Beragamnya mikroorganisme penyebab dan lebarnya kisaran variasi gejala.
♦Morbiditas pada ibu dan Janin.

Upaya Penanganan :
● Upaya pencegahan merupakan cara yang paling menguntungkan

● Kenali gejala dan jenis pemeriksaan yang spesifik.

● Tegakkan diagnosis sedini mungkin

● Lakukan isolasi terhadap transmisi dan konseling bila penyakit tersebut menular

● Pilih terapi paling efektif tetapi aman bagi ibu dan janin.

● Bila perlu,lakukan rawat inap.stbilisasi kondisi dan segera atasi setiap komplikasi.

● Berikan terapi suportif dan asuhan mandiri pascatatalaksa



















BAB 3
PENUTUP
Kesimpulan :
Pencegahan infeksi adalah cara yang paling menguntungkan agar tidak mudah terserang penyakit dan kekebalan tubuh dapat terjaga dari bermacam-maacam jenis penyakit.Untuk menjaga kekebalan tubuh kita bisa melakukan dengan bermacam cara, seperti :
• Cuci tangan
• Memakai perlengkapan pelindung
• Memproses alat bekas pakai
• Menjaga kebersihan
• Menangani peralatan tajam dengan aman.




4.1 Saran
Kepada pembaca, khususnya mahasiswa STIKES Pemkab Jombang agar lebih berhati-hati dalam menjaga kebersihan diri, karena kuman dan penyakit tidak dapat terdeteksi oleh penglihatan mata sehingga jika kita berkontak langsung dengan apapun hendaknya kita mencuci tanagn terlebih dahulu.

DAFTAR PUSTAKA
* Prawirohardjo Sarwono..JAKARTA:Yayasan Bina Pustaka;2002.
www.gogle.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar